Banyak orang tua baru membawa anak ke dokter gigi saat anak sudah mengeluh sakit. Di titik itu, kunjungan pertama langsung diisi tindakan dan anak menyimpan kesan buruk tentang dokter gigi.
Asosiasi kedokteran gigi anak seperti American Academy of Pediatric Dentistry menyarankan kunjungan pertama saat gigi pertama tumbuh, atau paling lambat ketika anak berusia satu tahun. Tujuannya bukan untuk merawat, melainkan untuk mengenalkan.
Apa yang Dilakukan pada Kunjungan Pertama
Kunjungan pertama biasanya singkat. Dokter melihat gigi yang sudah tumbuh, memeriksa gusi, dan menanyakan kebiasaan anak. Termasuk di dalamnya kebiasaan minum susu botol sambil tidur, yang sering menjadi penyebab gigi depan anak menghitam.
Orang tua juga mendapat panduan menyikat gigi sesuai usia. Untuk anak di bawah tiga tahun, pasta gigi berfluoride cukup seukuran butir beras.
Menyiapkan Anak agar Tidak Takut
Hindari menakut-nakuti anak dengan kalimat seperti nanti disuntik dokter. Ceritakan bahwa dokter gigi akan menghitung giginya dan melihat apakah giginya sudah bersih.
Pilih jadwal saat anak tidak mengantuk atau lapar. Pagi hari biasanya waktu terbaik. Membacakan buku cerita tentang dokter gigi beberapa hari sebelumnya juga membantu.
Tanda Anak Perlu Segera Diperiksa
- Ada bercak putih kapur atau cokelat di permukaan gigi
- Anak menolak makan di satu sisi mulut
- Gusi bengkak atau ada benjolan di dekat gigi
- Gigi tetap tumbuh di belakang gigi susu yang belum goyang
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan membuat anak terbiasa dengan suasana klinik. Anak yang mengenal dokter giginya sejak kecil cenderung tumbuh tanpa rasa takut, dan masalah gigi bisa ditangani saat masih ringan.